Sabtu, 05 Juni 2010

Pengendalian Emosi Kunci Keamanan Pembiayaan

Memang benar salah satu sumber utama dalam rangka peningkatan pendapat adalah dengan melemparkan pembiayaan. Disitu didapat post-post pendapatan diantaranya adalah margin, biaya administrasi, dll. Pun demikian Peran emosianal dalam pelemparan pembiayaan juga punya warna yang kuat untuk mencairkan. Kata pokok yang kuat sebagai bukti bahwa emosi berperan dalam sebuah pelemparan pembiayaan adalah dengan tidak memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan kelembagaan. Peran emosi dalam pencairan pembiayaan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor dibawah ini diantaranya ;
  1. Perasaan balas jasa kepada nasabah.
  2. Perasaan minoritas terhadap nasabah.
  3. Perasaan ketergantungan akan peran nasabah baik perasaan individual atau perasaan kelembagaan.
  4. Adanya perasaan pengharapan dari nasabah akan perubahan yang lebih baik baik secara individual atau kelembagaan.
  5. Perasaan akan rasa berharga di depan nasabah.
  6. Perasaan takut yang tidak realistik.
  7. Perasaan percaya diri yang berlebihan tanpa didasari dengan hasil analisa pembiayaan.
  8. Perasaan tertekan dan atau berdosa akan tidak cairnya pembiayaan nasabah.
  9. Simpati dan empati diluar seharusnya.
  10. Perasaan yang tidak nyaman dengan kestrukturan lembaga.
Dari beberapa hal diatas, berapa besarnya resiko pembiayaan yang akan ditanggung jika dalam pengambilan keputusan akan pencairan pembiayaan tersebut jika hanya karena disebabkan oleh faktor emosi tentu lebih besar perasaan emosi tersebut yang akan muncul jika terjadi kredit bermasalah.
Hal yang saya postingkan diatas kiranya hanya merupakan gambaran bagaimana peran emosi mempunyai pengaruh yang kuat dalam kesuksesan pembiayaan, walaupun sebenarnya kesuksesan pembiayaan adalah perasaan "puas" karena kemampuan pengambilan keputusan yang tepat atas pencairan sehingga dapat efektif dan efisien mengangkat kebutuhan nasabah tanpa tanpa memberatkannya. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar