Diantara berbagai macam menu yang dibuat dan atau disediakan untuk mendukung proses pengadministrasian di BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) selama ini yangsaya ketahui banyak mengedepankan kepentingan untuk pencairan, mengetahui jumlah kolektibilitas, simpanan dan pembiayaannya. Akan tetapi jarang kami temui menu untuk mengetahui siapa yang layak cair ketika ada pengajuan pembiayaan. Padahal menu itu sangatlah penting untuk dibuat sebagai patokan (norma) layak cair atau tidaknya plafon pembiayaan yang diajukan oleh anggota.
Lalu dasar apa yang melatar belakanggi pentingnya dibuat menu dalam software BMT untuk mengetahui dan menyeleksi siapa yang berhak cair sepenuhnya, sebagaian dari plafon yang dicairkan atau bahkan gagal untuk dicairkan? Diantaranya adalah :
Jika program/software tersebut jadi dengan nilai dan norma yang sangat sesuai dengan kenyataan adalah :
Karena penentuan cair tidaknya pembiyaan pun demikian besar kecilnyanya pembiayaan yang diajukan akan cair dilakukan oleh software secara otomatis maka ada beberapa kelemahan yang bisa diperkirakan akan muncul. Misalnya ;
Lalu dasar apa yang melatar belakanggi pentingnya dibuat menu dalam software BMT untuk mengetahui dan menyeleksi siapa yang berhak cair sepenuhnya, sebagaian dari plafon yang dicairkan atau bahkan gagal untuk dicairkan? Diantaranya adalah :
- Kita tentu punya asumsi siapa yang peduli akan perkembangan kelembagaan BMT. Hal ini dapat dilihat dari Simpanan Pokok yang rutin, Simpanan Wajib yang terpenuhi dan simpanan sukarela baik secara kwalitas (disesuaikan dengan kemampuan finansial anggota) maupun secara kwantitas (lebih mengarah kepada perilaku yang bertanggung jawab). Tentu dengan asumsi tersebut kita dapat menentukan penilaian terhadap anggota yang mengajuan pembiayaan.
- Untuk lebih memudahkan klasifikasi anggota yang aktif baik sebagai penyimpan atau sebagai anggota pembiayaan. Tujuan klasikasi tersebut sangat variatif untuk bisa disesuaikan dengan kebijakan program BMT.
- Untuk menjaga tingkat rasio kesehatan BMT secara otomatis melalui program/software yang dibuat.
- Secara diplomatis bisa dijadikan alasan tertolaknya pengajuan pembiyaan berdasarkan hasil olah data yang merupakan output dari program/software yang dibuat.
- INPUT keaktifan anggota yang meliputi simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Ini berguna untuk mengetahui keaktifan anggota dalam melakukan transaksi simpanan., baik secara kwalitas maupun secara kwantitas.
- PROSES. Proses ini berguna untuk memilah mana anggota yang simpanannya aktif baik secara kwalitas maupun secara kwantitas untuk mendapatkan norma yang dijadikan nilai akan gagal, cair disesuaikan, atau cairnya pembiayaan secara keseluruhan. Yang perlu digaris bawahi adalah database simpanan awal harus ada norma yang benar-benar disesuaikan dengan kemampuan apa adanya anggota dalam kondisi keuangan yang faktual. ini sangat penting untuk menentukan norma besar kecilnya plafon yang akan terjadi. Sangat riskan jika norma yang dibuat salah, misalnya anggota yang hanya mempunyai kemampuan finansial rendah terjadi pencairan yang besat meski secara kwalitas dan kwantitas memenuhi nilai, pengertian riskan disini akan bisa memberatkan bagi BMT maupun anggota sendiri. Dalam pembuatan norma dan nilai tersebut tentunya harus dihasilkan dari agenda rapat baik pengurus maupun pengelola dan anggota untuk bisa dijalani bersama menjadi suatu kesepakatan sebagai dasar program/software yang dibuat akan dijalankan untuk dijadian olahan terhadap pengajuan pembiayaan yang cair, cair disesuaikan atau cair seluruhnya. Hal yang tidak boleh dilupakan juga dalam kaitannya dengan normal adalah nilai koleteral yang harus dalam posisi aman dan hasil survey tiap pengajuan pembiayaan tentunya harus mendukung.
- OUTPUT dari pengabungan antara aktifitas baik simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela dengan nilai dan norma yang dibuat dalam proses pembiayaan tersebut akan sangat mudah kita menentukan pantas atau tidaknya pengajuan pembiayaan untuk dicairkan karena pengolahan pembiayaan.
Jika program/software tersebut jadi dengan nilai dan norma yang sangat sesuai dengan kenyataan adalah :
- Akan terkuncinya (tertolaknya pengajuan pembiayaan secara otomatis) pembiayaan yang tidak pantas cair sehingga tidak bisa dicairkan karena program/software telah menentukan berdasarkan keaktifan anggota dalam melakukan transaksi simpanan, baik simpanan pokok, simpanan wajib, maupun simpanan sukarela ditimbangkan dengan nilai dan norma haisl keputusan rapat antara anggota, pengurus dan pengelola.
- Akan terkontrolnya pembiayaan yang mengandung beresiko timbulnya kemacetan pembiayaan terutama pembiayaan dengan jumlah plafound yang besar sehingga dapat mengontrol nilai % NPL untuk tetap dalam kondisi yang sehat.
- Rasio kesehatan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) akan lebih terjaga karena peran emosi dalam sistem manajemen terutama manajemen pembiyaan telah terbantu program/software yang dibuat.
- Lebih cepat melakukan analisan pembiayaan beserta instrumentnya.
- Meningkatkan kedisiplinan anggota dalam melakukan transaksi simpanan, baik simpanan wajib, simpanan pokok, maupun simpanan sukarela karena semua ada penilaian secara normatif secara otomatis.
- Menstabilkan nilai CAR dalam rasio kesehatan BMT.
Karena penentuan cair tidaknya pembiyaan pun demikian besar kecilnyanya pembiayaan yang diajukan akan cair dilakukan oleh software secara otomatis maka ada beberapa kelemahan yang bisa diperkirakan akan muncul. Misalnya ;
- Untuk Akad Tabbaru' (pembiayaan kebaikan) semisal Qord biasanya akad tersebut biasanya terjadi kepada anggota yang mempunyai kemampuan finansial yang tidak cukup tinggi tetapi dihadapkan pada kebutuhan dana yang lumayan besar. Misalnya untuk kebutuhan pengobatan dirumah sakit. Dsb.
- Akan terkesan kaku karena program/software yang dibuat yang akan secara otomatis menganalisa dan menentukan cair tidaknya pembiayaan yang diajukan berdasarkan nilai dan norma yang dibuat hasil out dari rapat semua elemen.
- Barangkali akan timbul rasa keterpaksaan untuk melakukan aktivitas simpanan agar supaya secara kwalitas dan kwantitas terjadi. Mungkin dalam kali pertama hal itu terasa berat bagi anggota akan tetapi disitu ada nilai pembentukan karekater dan kedisiplinan anggota.
- Untuk Anggota baru barangkali memerlukan waktu untuk dapat menentukan nilai dan norma yang dijadikan patodibutuhkan akan sulit menentukan cair tidaknya pembiayaan yang diajukan akan bukan berarti tidak ada sisi positifnya, untuk itu sosialisa harus sangat bisa mengatasi hal tersebut.
- Dibutuhkan sosialisasi yang cukup mumpuni agar dalam pelaksanaan program/software tidak terjadi penolakan atau bahkan memiringkan eksistensi lembaga.
- Sediakan sumber dana khusus untuk akad tabbaru'.
- Jangan pernah tinggalkan nilai-nilai dalam pelaksanaan keuangan syariah secara kaffah, hal itu adalah merupakan kutub magnet yang kuat untuk tetap mencari dan mempertahankan anggota secara efektif dan efisien.
- Untuk BMT endekatan secara interpersonal biasanya lebih efektif daripada penanaman pengertian secara klasikal.
- Dorong dan terus beri motivasi agar terjadi peningkatan kesejahteraan anggota untuk kebaikan dan keberhasilan baik untuk lembaha (BMT) dan anggota sendiri sehingga tidak stagnan / tetap.
0 komentar:
Posting Komentar