Sabtu, 05 Juni 2010

Luka Ini Menyuarakan Bahasa Kerinduan

Jika saat ini mata ini menanggis, ia membersihkan penglihatanku...Penglihatan yang selama ini telah diselimuti kabut fatamorgana makna kebersamaan. Dan ketika hati ini menanti, ia akan berada dalam tempat kehampaan dimana lagu-lagu kepedihan dicipta.
Malam tiba, tapi tidaklah merubah pekatnya kerinduan dari suara hati yang bernaung diangkasa dengan bintang bintang yang memancarkan bias-bias sinar harapan untuk esok menuai fakta.
Siang yang panas ditepian hati yang mengulum luka hati ini mengenangmu. Dan ia memberikanku bahasa hati dengan airmata sebagai tinta untuk ditorehkan dijalan sebagai hamparan sejarah nyata yang begitu singkat.
Dan ketika ku tutup pengklihatanku...ia memberikan pandangan yang lebih jernih, karena ia memandangi dengan mata hati yang mampu mengajariku bahasa hati dimana waktu sebagai tinta kesabaran untuk aku tuliskan dalam ladang harapan dimana matahari mampu menyinari jauh kedalam sanubari...

0 komentar:

Posting Komentar