Sabtu, 05 Juni 2010

Pain Make Me Stronger Everyday

"Pain make me stronger everyday" Mudah sekali menterjemahkan kalimat tersebut. Tapi coba terjemahkan dalam kehidupan kita. Ketika kita mengalami penderitaan, ketika mengalami kegagalan dan tersingkir dari komunitas yang tidak menghendaki kita, ide-ide kita, idealisme kita lalu menempatkan kita pada kurungan terali keterkucilan sehingga kita terjerembab dalam keterasingan dan terlempar dari dunia sebelumnya kemudian mendamparkan kita dalam pantai keterkucilan.
Apakah akan membuat kita memaksakan diri untuk kembali pada busur yang telah melesatkan kita, busur yang indah bagi mereka yang belum tentu dibuatnya dengan kebijaksaan, kecintaan dan kebenaran, sehingga kita bisa menjadi anak panahnya yang tajam untuk melesatkan tujuannya tanpa memandang berapa anak panah yang telah patah.
Ataukah kita akan menempati pantai yang bernama pantai keterkucilan dan kesunyian kemudian dengan pengetahuan, ide-ide, idealisme kita bangun kembali dengan anyaman kebijaksaan, kecintaan, serta kebenaran juga keiklasan dan kesabaran untuk membuat pantai ini sebagai pelabuhan hati yang mencintai keselaran, pelabuhan yang tidak pernah terhiasa dengan salur-salur kesombongan, tidak juga terukir goresan-goresan dendam, pelabuhan yang indah untuk bersandar tanpa arogansi pembuktian busur panah bahwa "anak panah yang kau lepaskan kini telah menjadi busur panah" melainkan pembuktian pada kita sendiri bahwa kita mampu berdiri diatas kaki sendiri.
Atau apakah kita akan lenyap bersama dengan pantai yang bernama keterkucilan dan kesunyian, pantai yang mengalunkan lagu-lagu kehampaan yang mengantarkan kita kepada ketiadaan?
Atau kita akan terus berdiri dipantai yang bernama keterkucilan dan kesunyian sampai pada saatnya ada lintasan cahaya yang jatuh dari langit yang mambuat hidup kita tiba tiba berubah....

0 komentar:

Posting Komentar