Terima kasih sahabat ... karena engkau telah campakan aku sehingga aku memahami betapa tanggan ini tidak pantas bergandengan dengan jari imagimu.
Terima kasih sahabat ... sebab engkau telah melupakan aku, karena itu memberiku tenaga mengali kubur impian yang dulu pernah indah bersemayam di rentang bintang harapan.
Terima kasih shahabat ... karena engkau karena kau telah tunjukkan jalan kemana aku harus pergi sehingga aku tidak kesulitan mencari rumput kering sebagai petunjuk arah kemana langkah ini akan kubawa dan terhenti.
Terima kasih sahabat ... karena dulu pernah beri aku waktu untuk membangun kerajaan kita dan kini biarlah kamu menjadi rajanya sementara angin kepasrahan telah lembut mengantarkan aku pada belantara dimana daun dan embun juga mampu memberikan keteduhan.
Terima kasih sahabat .... saatnya telah tiba.... dan aku harus pergi.... aku tak ingin menjadi jelata yang mendiami megah kerajaan kita ... dan ketika aku tersenyum jangan sangsikan lagi... dengan keiklasanku akan mampu memberikan banyak kebahagiaan untuk orang-orang yang aki cintai....
Terima kasih sahabat ... sebab engkau telah melupakan aku, karena itu memberiku tenaga mengali kubur impian yang dulu pernah indah bersemayam di rentang bintang harapan.
Terima kasih shahabat ... karena engkau karena kau telah tunjukkan jalan kemana aku harus pergi sehingga aku tidak kesulitan mencari rumput kering sebagai petunjuk arah kemana langkah ini akan kubawa dan terhenti.
Terima kasih sahabat ... karena dulu pernah beri aku waktu untuk membangun kerajaan kita dan kini biarlah kamu menjadi rajanya sementara angin kepasrahan telah lembut mengantarkan aku pada belantara dimana daun dan embun juga mampu memberikan keteduhan.
Terima kasih sahabat .... saatnya telah tiba.... dan aku harus pergi.... aku tak ingin menjadi jelata yang mendiami megah kerajaan kita ... dan ketika aku tersenyum jangan sangsikan lagi... dengan keiklasanku akan mampu memberikan banyak kebahagiaan untuk orang-orang yang aki cintai....
0 komentar:
Posting Komentar